aduh, ntah karna apa , tapi nilai ku jeblok untuk beberapa materi yang sebenarnya sangat mudah,
mungkin ada beberapa faktor,
1. masih awal2,
memang kalau masih awal seharusnya semangat, tapi bagi saya, awal itu waktunya nyantai dulu, mungkin itu alasan aja, tp beneran, bagi saya awal itu waktunya memulai,sehingga semakin kesana semakin baik,
2.guru2 baru
untuk beberapa mata pelajaran, saya mendapat guru baru, sehingga masih sulit buat beradaptasi,,,
3. Banyak guru2 dari PPL
namanya juga PPl, masih belajar, jadi menurut saya ga nyaman banget kalao harus belajar bersama "mereka" tapi mereka memeng harus di beri pemahaman lebih
4. Other Problem
selain dari belajar juga mungkin yang mempengaruhi saya sekarang adalah beberapa masalah, anataranya, organisasi, keuangan, keluarga, pacar, aarrrghhh, malah bikin pusing aja nginget2nya,...
.
huft, mungkin itu dah beberapa ALASAN saya, tapi pada dasarnya tetap kesalahan saya, yang pasti lagi saya akan tetap semangat :)
Kamis, 29 September 2011
Rabu, 28 September 2011
Penyakit Musiman di SMA
aneh- aneh saja kebiasaan baru di SMA saya,,
mulai dari penyakit musiman yang ngetrend (biasanya dari artis), ampe gaya berbusana,,,
Tapi yang sekarang lagi bener-bener ngetren adalah musim sibuk belajar, memang wajar sih belajar dengan serius, tapi kalau berlebihan kesannya jadi kayak yang di buat2 gituh,
sekarang ajah di sekul saya kayak gitu, yang bikin saya kurang suka sih yaitu kalau sebenarnya ga ada pr (pekerjaan rumah) tapi di ada2,
kenapa saya ga suka? karena ya saya ga ngerjain (orang di suruh juga kagak)
terus yang bikin saya ga seneng juga kalo udah ada yang nge update status tentang tugas,,, (bukannya belajar malah OL)
,
hmmm, ini sangat menarik,
tapi itulah adanya, semoga dengan adanya penyakit musiman ini anak2 jadi serius belajar, bukan cuma omdo,,, :)
mulai dari penyakit musiman yang ngetrend (biasanya dari artis), ampe gaya berbusana,,,
Tapi yang sekarang lagi bener-bener ngetren adalah musim sibuk belajar, memang wajar sih belajar dengan serius, tapi kalau berlebihan kesannya jadi kayak yang di buat2 gituh,
sekarang ajah di sekul saya kayak gitu, yang bikin saya kurang suka sih yaitu kalau sebenarnya ga ada pr (pekerjaan rumah) tapi di ada2,
kenapa saya ga suka? karena ya saya ga ngerjain (orang di suruh juga kagak)
terus yang bikin saya ga seneng juga kalo udah ada yang nge update status tentang tugas,,, (bukannya belajar malah OL)
,
hmmm, ini sangat menarik,
tapi itulah adanya, semoga dengan adanya penyakit musiman ini anak2 jadi serius belajar, bukan cuma omdo,,, :)
Kode DNA Gajah Purba Berhasil Diurai
Pemecahan dan penguraian kode DNA akan membuat kita secara lebih
mendalam
memahami mamut atau gajah purbakala (AFP/NCBI)
(erebaru.or.id) Kalau kita pernah nonton film animasi zaman es, pasti
sangat terkesan dengan penampilan gajah purba dalam film tersebut.
Namun, bagaimanakah kehidupan gajah purbakala yang sesungguhnya pada
zaman itu? Baru-baru ini, ilmuwan berhasil memecahkan sebagian kode
genetik gajah purba dengan suatu teknologi baru, dan diprediksi lebih
banyak misteri gajah purba yang akan segera terungkap.
Menurut laporan majalah Scientist, bahwa dalam terobosan riset ini,
sebuah tim ilmuwan internasional berhasil mengambil sejumlah besar
sample DNA dari kerangka tulang gajah purba dan dianalisa. Kerangka
tulang ini sudah lama tergali dari kawasan tanah beku abadi di
Siberia, namun, tetap terawat dengan baik.
Stephan Schuster dari Universitas Pennsylvania AS adalah ilmuwan yang
khusus menangani pemecahan DNA ini. Dengan menggunakan metode tes DNA
terbaru ia menganalisa DNA-DNA prasejarah ini, dan hasil analisa yang
sangat bagus itu membuat mereka sulit percaya. Dalam waktu relatif
singkat mereka berhasil memecahkan 13 juta "huruf" kode genetika dalam
DNA gajah purba tersebut.
Hasil riset awal para ilmuwan menunjukkan gajah purba ini adalah
betina, 98,55 persen DNA-nya sangat mirip dengan DNA gajah Afrika.
Mereka menyatakan, tidak lama lagi pemecahan semua kode gen gajah
purba akan segera selesai. Dengan demikian, analisa gen yang cermat
ini akan dapat memberikan lebih banyak data fisiologis gajah purba.
Selain itu, menurut pakar gen bahwa perbandingan gambar ilustrasi gen
gajah purba juga akan memperlihatkan adaptasi dan perubahan mereka di
zaman es, dan sekaligus dapat diketahui sebab-sebab kepunahan mereka
pada 10.000 tahun silam.
Bahkan diantara sample-sample ini para ilmuwan berhasil mendeteksi
berbagai macam DNA prasejarah, DNA-DNA ini berasal dari jenis rumput,
jamur, virus, bakteri dan berbagai macam organisme tanah. Data-data
ini juga dapat membantu kita secara lebih mendalam memahami ekologi
dan kebiasaan gajah purba ini.
(Sumber Dajiyuan-Website)
mendalam
memahami mamut atau gajah purbakala (AFP/NCBI)
(erebaru.or.id) Kalau kita pernah nonton film animasi zaman es, pasti
sangat terkesan dengan penampilan gajah purba dalam film tersebut.
Namun, bagaimanakah kehidupan gajah purbakala yang sesungguhnya pada
zaman itu? Baru-baru ini, ilmuwan berhasil memecahkan sebagian kode
genetik gajah purba dengan suatu teknologi baru, dan diprediksi lebih
banyak misteri gajah purba yang akan segera terungkap.
Menurut laporan majalah Scientist, bahwa dalam terobosan riset ini,
sebuah tim ilmuwan internasional berhasil mengambil sejumlah besar
sample DNA dari kerangka tulang gajah purba dan dianalisa. Kerangka
tulang ini sudah lama tergali dari kawasan tanah beku abadi di
Siberia, namun, tetap terawat dengan baik.
Stephan Schuster dari Universitas Pennsylvania AS adalah ilmuwan yang
khusus menangani pemecahan DNA ini. Dengan menggunakan metode tes DNA
terbaru ia menganalisa DNA-DNA prasejarah ini, dan hasil analisa yang
sangat bagus itu membuat mereka sulit percaya. Dalam waktu relatif
singkat mereka berhasil memecahkan 13 juta "huruf" kode genetika dalam
DNA gajah purba tersebut.
Hasil riset awal para ilmuwan menunjukkan gajah purba ini adalah
betina, 98,55 persen DNA-nya sangat mirip dengan DNA gajah Afrika.
Mereka menyatakan, tidak lama lagi pemecahan semua kode gen gajah
purba akan segera selesai. Dengan demikian, analisa gen yang cermat
ini akan dapat memberikan lebih banyak data fisiologis gajah purba.
Selain itu, menurut pakar gen bahwa perbandingan gambar ilustrasi gen
gajah purba juga akan memperlihatkan adaptasi dan perubahan mereka di
zaman es, dan sekaligus dapat diketahui sebab-sebab kepunahan mereka
pada 10.000 tahun silam.
Bahkan diantara sample-sample ini para ilmuwan berhasil mendeteksi
berbagai macam DNA prasejarah, DNA-DNA ini berasal dari jenis rumput,
jamur, virus, bakteri dan berbagai macam organisme tanah. Data-data
ini juga dapat membantu kita secara lebih mendalam memahami ekologi
dan kebiasaan gajah purba ini.
(Sumber Dajiyuan-Website)
Langganan:
Postingan (Atom)